Menu
Peninggalan Kerajaan Pagaruyung
Pada tahun 1275 Kartanegara dari Kerajaan Singosari di Jawa mengirim ekspedisi Pamalayu ke Kerajaan Dharmasraya sebagai sebuah misi perdamaian, yang bertujuan untuk menjalin kerjasama dalam menghadapi serangkan pasukan Kubilai Khan, yang dikenal sebagai Ekspedisi Pamalayu. Selanjutnya Kertanegara mengirim seorang Mahamenteri yang bernama Wiswarupakumara bersama sebuah arca Amoghapasa sebagai lambang persahabatan dan hadiah kepada Mauliawarman atau Mauliwarmadewa. Ketika Wiswarupakumara kembali ke Jawa, ia membawa dua orang putri Raja Dharmasraya, yakni Dara Jingga dan Dara Petak. Kedua putri tersebut dibawa ke Singosari. Dara Petak kawin dengan Raden Wijaya dengan gelar putri Indraswari. Dara Jingga diperisteri oleh salah seorang kerabat istana yang bernama Adwayawarman. Ketika hamil, Dara Jingga kembali ke Dharmasraya dan melahirkan di sana yang kemudian dikenal sebagai Adityawarman. Kemudian Dara Jingga kawin dengan Wiswarupakumara, (dalam Tambo disebut Cati Bilang Pandai) yang kemudian melahirkan Prapatih (Datuk Perpatih Nan Sabatang). Jadi, Adityawarman dan Perpatih Nan Sabatang adalah saudara seibu lain ayah. Sebelum menjadi raja di Dharmasraya, pada masa remaja Adityawarman dibesarkan di Majapahit, dan kembali ke Dharmasraya pada tahun 1339.
Kerajaan Pagaruyung didirikan oleh seorang peranakan Minangkabau Majapahit yang bernama Adityawarman pada tahun 1347 Masehi.
pada abad ke-17 M, Kerajaan Pagaruyung akhirnya berubah menjadi kesultanan Islam. Raja Islam yang pertama dalam Tambo Adat Minangkabau disebutkan bernama Sultan Alif. Pada tanggal 2 Mei 1833 yang dipertuan Minangkabau Sultan Alam Bagagarsyah, raja terakhir Kerajaan Pagaruyung, ditangkap oleh Letnan Kolonel Elout di Batusangkar atas tuduhan pengkhianatan. Sultan dibuang ke Betawi dan akhirnya dimakamkan pada tahun 1849 di pekuburan Mangga Dua, Jakarta.
Peta Perpindahan Tempat Kekuasaan Kerajaan Pagaruyung Pemindahan kekuasaan terjadi pada tahun 1349 dari Dharmasraya ke Pagaruyung.

Ada beberapa faktor perpindahan Adityawarman ke daerah pedalaman; di antaranya bertujuan untuk memutuskan hubungan dengan kerajaan Majapahit dan upaya menghindari serangannya; para pedagang Islam sudah mulai masuk dari pantai timur Sumatera, mungkin ketakutan terhadap proses Islamisasi, Adityawarman pindah ke pedalaman; usaha kerajaan untuk menduduki daerah sebagai penghasil emas dan lada di pedalaman, barang komoditi dagang yang sangat berharga dan dicari oleh pedagang Eropa, India, dan Cina. Menurut Rusli Amran, perpindahan Adityawarman ke pedalaman disebabkan karena Adityawarman menemukan di Dharmasraya telah memerintah seorang keluarga raja dari orang Melayu asli, lalu ia mendirikan Kerajaan Melayu Minangkabau dan menjadi raja pertama.
Raja-Raja Kerajaan Pagaruyung
.png)